SMAN 4 Dumai dan Bawaslu Kota Dumai Bangun Generasi Berintegritas Melalui Agenda Suara Demokrasi
|
DUMAI-SMA Negeri 4 Dumai menggelar kegiatan Suara Demokrasi: Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Korupsi sebagai bagian dari agenda kokurikuler pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Pendidikan Anti Korupsi (PAK).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 4 Dumai, Kamis (20/8/2026), tersebut diikuti siswa kelas XII. Program ini telah dimulai sejak awal semester pada Juli 2026 dan dirancang untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai demokrasi, pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokratis, serta sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Dumai turut memberikan pemahaman mengenai demokrasi, politik, pemilu, serta peran dan fungsi pengawasan pemilu. Bawaslu juga mendorong siswa untuk memahami pentingnya menjadi pemilih yang rasional, kritis, dan berintegritas.
Kegiatan dihadiri dan diwakili Ahmad Mahfud dari bagian Humas SMAN 4 Dumai serta Rina Susanti selaku koordinator kegiatan. Dari Bawaslu Kota Dumai hadir Yeni Kartini, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH), bersama staf divisi.
Yeni Kartini menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan jajaran SMAN 4 Dumai yang terus melibatkan Bawaslu sebagai mitra dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada peserta didik.
Terima kasih kepada kepala sekolah dan jajaran karena terus melibatkan Bawaslu Kota Dumai sebagai mitra dalam mengembangkan pemahaman demokrasi kepada siswa, khususnya kelas XII, ujar Yeni.
Menurutnya, Bawaslu menyambut baik kesempatan untuk terlibat lebih jauh dalam agenda kokurikuler tersebut. Pada pelaksanaan kali ini, Bawaslu memperoleh ruang pembelajaran yang lebih panjang, yakni sekitar delapan sesi.
Kami tentu akan menyesuaikan materi-materi tersebut dengan arah kurikulum kokurikuler ini, sehingga kebutuhan dan tujuan sekolah dapat tersampaikan dengan baik, pungkasnya.
Yeni menilai keterlibatan Bawaslu dalam pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi kehidupan demokratis. Terlebih, siswa kelas XII yang saat ini mengikuti kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari pemilih pada Pemilu 2029.
Bagi Bawaslu, kesempatan ini sangat baik untuk meningkatkan pemahaman tentang demokrasi, pentingnya politik dan pemilu, serta partisipasi generasi muda. Terlebih pada Pemilu mendatang tahun 2029, mereka sudah menjadi pemilih,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan demokrasi tidak cukup hanya mengenalkan konsep pemilu kepada siswa. Lebih dari itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk berpikir kritis, memahami informasi politik, menolak praktik politik uang, serta memiliki keberanian untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab.
Melalui integrasi pendidikan demokrasi dengan P4GN dan Pendidikan Anti Korupsi, siswa diharapkan tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki karakter yang menjunjung tinggi integritas.
Dengan agenda ini, kita ingin mewujudkan generasi yang mampu menjadi pemilih sekaligus pemimpin yang cerdas, kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas,” tutur Yeni.
Program Suara Demokrasi di SMAN 4 Dumai diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang tidak berhenti pada pengetahuan teoritis. Para siswa juga didorong untuk memahami persoalan nyata dalam kehidupan demokrasi serta membangun kesadaran bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas warga negara yang berpartisipasi di dalamnya.
Kolaborasi antara satuan pendidikan dan Bawaslu tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya demokrasi sejak bangku sekolah. Dengan demikian, ketika memasuki usia sebagai pemilih pada Pemilu 2029, para siswa diharapkan telah memiliki bekal pengetahuan dan karakter untuk menggunakan hak politiknya secara sadar, rasional, dan berintegritas.
Reporter: Jenny