Sejak 2024, SMAN 4 Dumai Gandeng Bawaslu Edukasi Siswa tentang Demokrasi dan Pemilu
|
Dumai-Komitmen SMA Negeri 4 Kota Dumai dalam memberikan pendidikan demokrasi dan pemilu kepada peserta didik terus diperkuat melalui kolaborasi bersama Bawaslu Kota Dumai. Kolaborasi tersebut telah berlangsung sejak 2024 dan hingga kini terus dikembangkan melalui berbagai agenda pendidikan bagi generasi muda.
Keterlibatan Bawaslu Kota Dumai di SMAN 4 Dumai bermula pada 2024, ketika sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka. Saat itu, Bawaslu diberikan ruang untuk mengisi tiga sesi materi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa kelas XII dan pengurus OSIS.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai penyelenggaraan pemilu, demokrasi dan pemilu, serta pengawasan partisipatif. Pembelajaran kemudian diarahkan pada kegiatan simulasi kelembagaan OSIS sebagai miniatur penyelenggaraan Pemilu Indonesia.
Melalui simulasi tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk memahami bagaimana proses demokrasi dan pemilu berlangsung. Mereka diperkenalkan dengan tahapan, peran, proses pengambilan keputusan, serta pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokratis.
Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut menjelang Pemilihan Kepala Daerah Kota Dumai. Bawaslu Kota Dumai kembali diberikan kesempatan untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa SMAN 4 Dumai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan politik dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Memasuki 2026, kerja sama antara SMAN 4 Dumai dan Bawaslu Kota Dumai kembali dilanjutkan dalam format yang lebih luas. Kali ini, kolaborasi berlangsung melalui agenda kokurikuler pembelajaran mendalam dengan tema “Suara Demokrasi: Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Korupsi” yang dilaksanakan di SMAN 4 Kota Dumai, Kamis (20/8/2026).
Agenda tersebut mengintegrasikan pendidikan demokrasi dengan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Pendidikan Anti Korupsi (PAK).
Keterlibatan Bawaslu dalam agenda tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai demokrasi, pemilu, partisipasi masyarakat, serta pentingnya membangun sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Kolaborasi yang berlangsung selama beberapa tahun tersebut menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi dapat dibangun secara berkelanjutan melalui lingkungan sekolah. Siswa tidak hanya diperkenalkan dengan pemilu sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga diajak memahami demokrasi sebagai nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Bawaslu Kota Dumai, ruang pendidikan di sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran politik generasi muda. Terlebih, siswa kelas XII yang saat ini mengikuti pembelajaran tersebut akan menjadi bagian dari pemilih pada Pemilu 2029.
Pendidikan demokrasi sejak sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, tidak menentukan pilihan karena tekanan lingkungan maupun transaksi, serta mampu menilai calon dan program berdasarkan informasi, rekam jejak, gagasan, dan integritas.
Kolaborasi SMAN 4 Dumai dan Bawaslu juga memperlihatkan bahwa pendidikan pemilu tidak harus menunggu tahapan pemilu berlangsung. Pemahaman mengenai demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta pengawasan partisipatif dapat ditanamkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan pengalaman kolaborasi sejak 2024, mulai dari pembelajaran tiga sesi, simulasi pemilu berbasis OSIS, sosialisasi menjelang Pilkada, hingga agenda kokurikuler pembelajaran mendalam pada 2026, SMAN 4 Dumai dan Bawaslu Kota Dumai terus membangun ruang belajar demokrasi bagi generasi muda.
Langkah tersebut diharapkan menjadi investasi pendidikan politik jangka panjang agar siswa tidak sekadar menjadi pemilih ketika memasuki usia pemilu, tetapi tumbuh sebagai warga negara yang kritis, rasional, berintegritas, dan aktif menjaga kualitas demokrasi.
Reporter: Tiwi