Di SMAN 4 Dumai, Yeni Kartini: Demokrasi Bukan Hanya Soal Politik, Tetapi Nilai dan Cara Hidup, Termasuk di Sekolah
|
Dumai-Demokrasi tidak semata-mata berbicara tentang pemilu, partai politik, atau perebutan kekuasaan. Demokrasi juga merupakan nilai dan cara hidup yang tercermin dalam bagaimana seseorang menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat, bermusyawarah, serta menghormati hak orang lain.
Pesan tersebut disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Dumai, Yeni Kartini, saat menjadi narasumber dalam agenda kokurikuler Suara Demokrasi: Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Korupsi di SMAN 4 Kota Dumai, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa kelas XII tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Pendidikan Anti Korupsi (PAK).
Dalam pemaparannya, Yeni menjelaskan demokrasi sebagai sistem yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Secara etimologis, demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos yang berarti rakyat dan kratos/kratein yang berarti kekuasaan atau pemerintahan.
Namun, menurut Yeni, pemahaman tentang demokrasi tidak boleh berhenti pada pengertian bahwa demokrasi hanya berarti memilih pemimpin melalui pemilu.
Demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin. Demokrasi juga tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai demokrasi dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Di ruang kelas, misalnya, demokrasi dapat dipraktikkan melalui pemilihan ketua kelas, diskusi untuk menentukan kegiatan, memberikan kesempatan kepada seluruh siswa menyampaikan pendapat, serta menerima perbedaan.
Hal yang sama dapat diterapkan dalam organisasi sekolah. Pemilihan pengurus OSIS, penyusunan program berdasarkan aspirasi siswa, pengambilan keputusan melalui musyawarah, hingga menghargai perbedaan pendapat merupakan bentuk sederhana dari praktik demokrasi.
Demokrasi sebenarnya sudah sangat dekat dengan kehidupan siswa. Ketika memilih ketua kelas, berdiskusi, menerima perbedaan pendapat, atau tidak memaksakan kehendak kepada teman, di situlah nilai-nilai demokrasi dipraktikkan,” kata Yeni.
Ia juga mengingatkan siswa agar menerapkan prinsip demokrasi dalam pergaulan dan penggunaan media sosial. Kebebasan berpendapat, kata dia, harus disertai tanggung jawab untuk tidak menyebarkan informasi palsu, melakukan penghinaan, ujaran kebencian, maupun membagikan informasi yang belum terverifikasi. Menurut Yeni, kebebasan dalam demokrasi selalu berjalan bersama dengan penghormatan terhadap hak orang lain.
Reporter: ATM