Lompat ke isi utama

Berita

Bukan Sekadar Laporan, Bawaslu Dumai Kemas Pengawasan Lewat Video Praktik Baik yang Inspiratif

Bukan Sekadar Laporan, Bawaslu Dumai Kemas Pengawasan Lewat Video Praktik Baik yang Inspiratif

Bukan Sekadar Laporan, Bawaslu Dumai Kemas Pengawasan Lewat Video Praktik Baik yang Inspiratif

​DUMAI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Dumai terus bertransformasi dalam mendokumentasikan kinerja lembaga agar tidak sekadar menjadi tumpukan laporan kertas. Melalui langkah inovatif, Bawaslu Kota Dumai kini mulai mengemas berbagai capaian strategis dan pengawasan lapangan ke dalam bentuk video "Praktik Baik" yang inspiratif.

Langkah ini mempertegas komitmen Bawaslu Dumai dalam membangun transparansi dan edukasi publik melalui konten visual yang berkualitas tinggi.

​Ketua Bawaslu Kota Dumai, Agustri, S.H.I., M.E.Sy., menegaskan bahwa perubahan pola dokumentasi ini merupakan kebutuhan di era digital untuk mendekatkan lembaga dengan masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa kerja-kerja pengawasan yang dilakukan tidak hanya berakhir di arsip internal. Dengan video praktik baik ini, kita ingin publik melihat sisi humanis, tantangan, hingga keberhasilan pengawasan dengan narasi yang lebih menyentuh dan mudah dipahami," ujar Agustri.

​Kegiatan strategis ini berdasarkan instruksi resmi melalui Surat Ketua Bawaslu RI Nomor: 01/KP.06/K1/01/2026 tertanggal 30 Januari 2026.

Sebagai tindak lanjut nyata di tingkat daerah, rapat koordinasi tindak lanjut ini di inisiasi oleh Bawaslu Provinsi Riau dengan dihadiri langsung oleh 12 Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMOD) Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau melaui webinar aplikasi zoom. Senin, 30 Maret 2026.

Pertemuan ini menjadi wadah sinkronisasi agar pesan pengawasan yang disampaikan memiliki narasi yang kuat dan seragam secara nasional

​Dalam instruksinya, Bawaslu RI menekankan 6 (enam) tema utama yang harus diproduksi, mulai dari "Bawaslu Membelajarkan" yang mengungkap kisah di balik layar, hingga dokumentasi Pelaksanaan Diklat Berbasis Grand Design Kurikulum.

Selain itu, keberhasilan dalam Peraihan Penghargaan (Awards), cerita sukses Pembentukan Pengawas Adhoc, Pembinaan Pelanggaran Kinerja, hingga aksi humanis dalam program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian menjadi fokus utama yang harus divisualisasikan.

​Tidak hanya mengedepankan sisi cerita (storytelling), Bawaslu RI juga menetapkan standar teknis yang ketat untuk menjamin kualitas siar yang profesional. Setiap video wajib berformat .MP4 dengan resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel) dalam orientasi Landscape dan durasi antara 3 hingga 7 menit.

Setiap satuan kerja (satker) diminta memperhatikan aspek teknis seperti frame rate 30 FPS dan bitrate antara 8-10 Mbps guna memastikan video tetap tajam namun efisien dengan ukuran maksimal 500 MB per file.

​Sebagai catatan penting bagi para kreator di lingkungan Bawaslu, seluruh video yang dikirimkan harus bersih dari logo atau tanda air (watermark) apa pun. Hal ini bertujuan agar konten tersebut dapat diolah kembali untuk kebutuhan sosialisasi yang lebih luas di tingkat nasional.

Melalui pengumpulan video praktik baik ini, diharapkan nilai-nilai integritas dan kerja keras pengawas pemilu, khususnya di Kota Dumai, dapat tersampaikan dengan lebih maksimal kepada masyarakat luas.

Reporter: Alfian