Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Diskusi Mingguan, Bawaslu Kota Dumai Dorong Digitalisasi Pengawasan Berbasis Teknologi

Lewat Diskusi Mingguan, Bawaslu Kota Dumai Dorong Digitalisasi Pengawasan Berbasis Teknologi

Lewat Diskusi Mingguan, Bawaslu Kota Dumai Dorong Digitalisasi Pengawasan Berbasis Teknologi

Dumai-Bawaslu Kota Dumai kembali menggelar Diskusi Mingguan Internal sesi ke-4 Tahun 2026 dengan mengangkat tema "E-Form A: Optimalisasi Pencatatan Hasil Pengawasan Berbasis Digital". Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat ini berlangsung di Aula Media Center Bawaslu Kota Dumai, Rabu (15/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan sistem pengawasan pemilu yang semakin adaptif terhadap teknologi.

Diskusi dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Dumai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Yeni Kartini, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPS) Yossi Rinaldi, Kepala Subbagian Pengawasan Al-Vandy Reactor Muhammad, Kepala Subbagian Administrasi Romas, Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran, Sengketa dan Hukum Giri Sindoro, serta seluruh jajaran staf sekretariat.

Kegiatan dibuka oleh Yeni Kartini yang menegaskan bahwa Formulir Model A merupakan instrumen utama dalam mendokumentasikan setiap hasil pengawasan, baik pada tahapan maupun non-tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Menurutnya, kualitas pengawasan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengawas dalam menyusun laporan hasil pengawasan secara akurat, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Formulir Model A merupakan sumber utama informasi hasil pengawasan Bawaslu. Karena itu, seluruh jajaran harus memahami substansi dan teknik pengisiannya secara benar. Diskusi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang belajar bersama agar kapasitas kita terus berkembang seiring dinamika regulasi dan kebutuhan pengawasan," ujar Yeni.

Materi diskusi disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengawasan, Al-Vandy Reactor Muhammad, melalui paparan bertajuk "Membedah Anatomi Formulir Model A: Panduan Teknis Praktis Pencatatan Laporan Hasil Pengawasan. "Materi tersebut mengacu pada Peraturan Bawaslu Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu dan Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan.

Dalam paparannya, Al-Vandy menjelaskan bahwa Formulir Model A bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan instrumen utama yang merekam seluruh aktivitas pengawasan sebagai bentuk akuntabilitas kelembagaan. Formulir Model A adalah mata dan telinga pengawasan Bawaslu. Seluruh fakta hasil pengawasan harus tercatat secara lengkap, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kualitas laporan akan menentukan kualitas tindak lanjut pengawasan," jelasnya.

Selain menguraikan setiap unsur dalam Formulir Model A, narasumber juga memandu peserta melalui simulasi pengisian berdasarkan studi kasus. Hasil simulasi kemudian dievaluasi bersama melalui proses diskusi, koreksi, dan penyempurnaan untuk memastikan kesesuaian dengan standar pengisian yang ditetapkan dalam regulasi.

Menariknya, pada sesi kali ini Al-Vandy memperkenalkan konsep E-Form A yang dirancang dengan memanfaatkan pendekatan Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi internal dalam mendukung pencatatan hasil pengawasan. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pengawas mengisi Formulir Model A secara lebih cepat, sistematis, dan sesuai dengan unsur-unsur yang dipersyaratkan dalam peraturan Bawaslu.

Pendekatan berbasis AI tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja pengawasan tanpa mengurangi prinsip ketelitian, objektivitas, dan akuntabilitas dalam penyusunan laporan hasil pengawasan.

Melalui diskusi mingguan ini, Bawaslu Kota Dumai menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya belajar di lingkungan internal sekaligus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pengawasan. Penguatan kompetensi aparatur diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengawasan pemilu dan pemilihan yang profesional, adaptif, dan berintegritas di tengah perkembangan teknologi informasi.

Reporter: ATM