Tak Hanya Pemilu, Yeni Kartini Kenalkan Beragam Bentuk Partisipasi Demokrasi kepada Siswa SMAN 4 Dumai
|
Dumai-Memahami demokrasi berarti memahami bahwa negara merupakan ruang bersama yang dibangun atas prinsip kesetaraan hak dan kewajiban, kebebasan, serta persamaan setiap warga negara. Karena itu, setiap warga memiliki ruang dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kota Dumai, Yeni Kartini, S.Sos., Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, dalam sesi kedua program kokurikuler pembelajaran mendalam di SMAN 4 Dumai dengan tema “Suara Demokrasi Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Anti Korupsi.”
Sesi yang mengangkat topik “Partisipasi untuk Demokrasi dan Pemilu bagi Siswa” tersebut memberikan pemahaman kepada siswa bahwa partisipasi dalam demokrasi tidak terbatas pada keikutsertaan dalam Pemilu.
Yeni menjelaskan, ketika seseorang memahami demokrasi sebagai sistem kehidupan bersama, maka partisipasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab sebagai warga negara.
Karena kita memahami sistem demokrasi, negara ini adalah ruang bersama. Semua orang sama secara hak dan kewajiban, kebebasan, kesetaraan serta persamaan. Atas dasar inilah semua kita harus berpartisipasi,” ujar Yeni.
Menurutnya, partisipasi demokrasi dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan siswa, yakni sekolah.
Di lingkungan sekolah, siswa dapat berpartisipasi melalui pemilihan ketua OSIS, mengikuti organisasi siswa, menyampaikan kritik dan saran, terlibat dalam musyawarah, membuat kegiatan sosial, hingga ikut mengawasi pelaksanaan aturan sekolah.
Demokrasi harus dibiasakan dari ruang yang paling dekat dengan kita. Sekolah dapat menjadi tempat bagi siswa untuk belajar bagaimana menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, bermusyawarah dan mengambil keputusan secara bersama,” jelasnya.
Selain di sekolah, partisipasi juga dapat dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Siswa dapat mengikuti kegiatan masyarakat, menyampaikan aspirasi, terlibat dalam kegiatan sosial, mengikuti forum warga, serta ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.
Yeni juga menyoroti pentingnya partisipasi di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah membuka ruang yang luas bagi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam percakapan publik.
Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab. Siswa dapat menggunakan ruang digital untuk membuat konten edukatif, menyampaikan gagasan, melawan hoaks, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.
Ruang digital juga merupakan ruang demokrasi. Karena itu, kebebasan menyampaikan pendapat harus diikuti dengan tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan digunakan untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian,” katanya.
Sementara dalam konteks partisipasi politik, Yeni mendorong siswa untuk mulai membangun pengetahuan dan kesadaran politik sejak dini. Bentuknya dapat dilakukan melalui pendidikan politik, mengikuti diskusi publik, mengetahui kebijakan pemerintah, menyampaikan aspirasi, menggunakan hak pilih ketika telah memenuhi syarat, serta ikut mengawasi proses Pemilu.
Ia menegaskan bahwa masyarakat yang demokratis bukan hanya masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara saat Pemilu. Demokrasi membutuhkan warga negara yang aktif, kritis dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi berkembang menjadi subjek yang mampu menyampaikan gagasan, mengawasi kekuasaan, menghargai perbedaan, dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Melalui sesi tersebut, Bawaslu Kota Dumai turut mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi sekaligus integritas. Partisipasi yang dibangun sejak lingkungan sekolah diharapkan menjadi modal bagi siswa untuk menjadi warga negara yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Reporter : Ahmad Khadafi
Editor : Ahmad Tamimi