Sesi ke-3 Pendidikan Demokrasi Bersama Bawaslu, Respon Siswa SMAN 4 Dumai; Simak Apa Kata Mereka !!!
|
DUMAI - Program kokurikuler pembelajaran mendalam bertema “Suara Demokrasi Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Anti Korupsi” yang dilaksanakan SMAN 4 Dumai bersama Bawaslu Kota Dumai mulai memberikan perspektif baru bagi siswa mengenai demokrasi dan pentingnya partisipasi generasi muda.
Setelah berjalan 3 sesi agenda Pendidikan politik dari 8 sesi yang diberikan oleh Kepala Sekolah SMAN 4 Dumai, reporter tim Humas Bawaslu Kota Dumai mencoba melakukan dengar pendapat dengan cara meminta respon beberapa peserta dari acara ini, bagaimana kata mereka ?
Salah satu siswa SMAN 4 Dumai, Andar Filio Sinaga, ia mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti rangkaian kegiatan yang membahas demokrasi, partisipasi masyarakat, serta mengenal kelembagaan penyelenggara Pemilu yang disampaikan oleh Bawaslu Kota Dumai.
Menurut Andar, demokrasi tidak sekadar berkaitan dengan Pemilu atau kegiatan memilih pemimpin, tetapi merupakan sistem kehidupan bersama yang memberikan hak dan kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk menentukan sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan secara kritis.
Demokrasi adalah sistem hidup bersama, setiap warga memiliki hak yang sama dalam menentukan dan mengawasi pemerintahan, ujar Andar saat menyampaikan refleksinya setelah mengikuti kegiatan.
Kemudian Muhammad Fahrezi juga menyampaikan hasil pemahamannya tentang demokrasi dan partiispasi. Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi juga penting. Menurutnya, generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam kehidupan bersama, tetapi memiliki ruang untuk ikut menentukan arah kebaikan bersama. Keterlibatan setiap orang dalam kehidupan bersama membuat kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi penentu kebaikan,” ungkap Pahrezi.
Di waktu bersamaan, Leni Asnita juga menambahkan bahwa, pemahaman demokrasi dan partisipasi tersebut juga mendorong untuk melihat bahwa pelajar tetap dapat mengambil bagian dalam menjaga demokrasi meskipun belum memiliki hak memilih. Salah satunya dengan mempersiapkan diri menjadi pemilih yang bertanggung jawab.
Menurut Rezkina Ahyari lagi, ia menegaskan bahwa beberapa bentuk partisipasi yang dapat dilakukan pelajar sebagai generasi muda, antara lain memastikan diri terdaftar sebagai pemilih ketika telah memenuhi syarat, menggunakan hak pilih secara rasional dan menolak politik uang. Memastikan terdaftar menjadi pemilih, kemudian memilih dengan akal sehat dan menolak politik uang, ujarnya.
Teman mereka lainnya, Abdul Muiz juga memberikan respon serupa, ia mengatakan bahwa Setelah mendapatkan materi mengenai demokrasi, partisipasi serta mengenal kelembagaan penyelenggara Pemilu, ia jadi memahami system kerja penyelenggara pemilu. Dan dalam proses penyelenggaraan itu semua orang dapat ikut serta berpasrtisipasi, karena haknya dari demokrasi telah diakui, pungkasnya.
Abdul Muiz juga memahami bahwa penyelenggaraan Pemilu melibatkan lembaga dengan fungsi yang berbeda, yakni KPU sebagai penyelenggara tahapan Pemilu, Bawaslu sebagai lembaga yang melakukan pengawasan dan pencegahan serta penegakan hukum sesuai kewenangannya, dan DKPP yang berperan menjaga serta menegakkan kode etik penyelenggara Pemilu.
Di sesi akhir wawancara ini, Andar Filio Sinaga, Muhammad Pahrezi, Leni Asita, Rezkina Ahyari, dan Abdul Muiz mengatakan bahwa sebagai generasi muda kita dan teman-teman lainnya dapat mengambil peran untuk berpartisipasi untuk kemajuan negara lewat proses pemilu minimalnya, termasuk pada kegiatan lainnya yang menyangkut kehidupan bersama.
Mereka sepakat untuk menolak politik uang, ujar kebencian serta menyebarkan hoax, dengan menyadari dampak negatif masing-masing perbuatan itu sangat bahaya dan mengancam demokrasi dan persatuan. Termasuk dapat melahirkan pemimpin yang korupsi,” tutur mereka.
Kami bersyukur telah mendapat pencerahan dan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini, bahwa setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama, termasuk dalam partisipasi, sehingga membuat saya mau dan berani berpartisipasi,” katanya.
Melalui program kokurikuler tersebut, SMAN 4 Dumai bersama Bawaslu Kota Dumai mendorong siswa untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini, termasuk memahami pentingnya partisipasi, menolak politik uang, menyikapi informasi secara kritis, serta menjaga integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter: Muharromi