Lompat ke isi utama

Berita

Partisipasi untuk Demokrasi, Yeni Kartini Dorong Siswa SMAN 4 Dumai Jadi Warga Negara Aktif dan Cerdas

Partisipasi untuk Demokrasi, Yeni Kartini Dorong Siswa SMAN 4 Dumai Jadi Warga Negara Aktif dan Cerdas

Dumai-Partisipasi warga negara menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kehidupan demokrasi. Karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan umum, tetapi juga keterlibatan aktif dalam menentukan, memengaruhi, mengawasi, dan mengevaluasi berbagai keputusan yang menyangkut kehidupan bersama.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kota Dumai, Yeni Kartini, S.Sos., Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, dalam sesi kedua program kokurikuler pembelajaran mendalam di SMAN 4 Dumai, dengan tema “Suara Demokrasi Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Anti Korupsi”, Kamis (3/9/2026).

Sesi kedua tersebut mengangkat topik “Partisipasi untuk Demokrasi dan Pemilu bagi Siswa”, setelah pada sesi pertama siswa mendapatkan materi mengenai pengantar demokrasi.

Dalam pemaparannya, Yeni menjelaskan bahwa partisipasi warga negara merupakan keterlibatan masyarakat dalam kehidupan bersama, khususnya dalam proses menentukan, memengaruhi, mengawasi, dan mengevaluasi kebijakan serta jalannya pemerintahan.

“Partisipasi adalah kita tidak hanya menonton apa yang terjadi, tetapi ikut menentukan apa yang seharusnya terjadi,” jelas Yeni kepada para siswa.

Menurutnya, demokrasi membutuhkan partisipasi karena rakyat merupakan pemegang kedaulatan. Demokrasi juga tidak dapat hanya dikerjakan atau ditentukan oleh satu orang maupun sekelompok orang.

Untuk memudahkan siswa memahami konsep tersebut, Yeni mengibaratkan demokrasi dengan kehidupan di dalam kelas. Ketika seorang ketua kelas dipilih, tetapi para siswa tidak peduli, tidak memberikan suara maupun pendapat, serta tidak melakukan pengawasan terhadap pengurus kelas, maka kehidupan kelas berpotensi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Demokrasi adalah ruang kehidupan bersama. Karena itu, tidak boleh hanya dikerjakan atau ditentukan oleh satu atau sekelompok orang,” ujarnya.

Yeni menekankan bahwa partisipasi masyarakat memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain menyampaikan aspirasi, memengaruhi kebijakan atau keputusan, mengawasi kekuasaan,  memperjuangkan kepentingan bersama, menjaga demokrasi, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, serta memastikan pemerintah bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Dalam konteks Pemilu, lanjut Yeni, partisipasi siswa sebagai generasi muda juga perlu dibangun sejak dini. Siswa perlu memahami bahwa menjadi warga negara yang demokratis bukan hanya soal menggunakan hak pilih ketika telah memenuhi syarat, tetapi juga membangun sikap kritis, memahami informasi politik, menghargai perbedaan pilihan, menolak politik uang, serta ikut mengawasi proses demokrasi.

Yeni juga mengingatkan bahwa partisipasi yang baik tidak cukup hanya dengan keaktifan. Partisipasi harus dilandasi pengetahuan dan kesadaran.

Partisipasi itu harus dengan pengetahuan dan kesadaran,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi generasi muda di tengah perkembangan informasi digital. Siswa tidak hanya dituntut aktif menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat merusak kualitas demokrasi.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Dumai mendorong siswa agar tidak menjadi generasi yang hanya menjadi penonton dalam kehidupan demokrasi. Sebaliknya, siswa diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang kritis, berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran untuk ikut menjaga demokrasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian delapan sesi program kokurikuler pembelajaran mendalam di SMAN 4 Dumai dengan tema "Suara Demokrasi Membangun Generasi Berintegritas Anti Narkoba dan Anti Korupsi"

Reporter : Pratiwi
Editor : Ahmad Tamimi