P2P Bawaslu Kota Dumai Sudah Usai, Selanjutnya Apa Lagi ?
|
DUMAI-Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan Bawaslu Kota Dumai telah resmi berakhir. Namun, berakhirnya pelatihan tersebut justru menjadi awal dari perjalanan panjang para kader pengawas partisipatif dalam memperkuat demokrasi dan pengawasan kepemiluan menuju Pemilu 2029 yang bermartabat.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program strategis nasional Bawaslu Republik Indonesia itu digelar di Aula Kampus STIA Lancang Kuning Dumai pada Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, Anggota Bawaslu Provinsi Riau, dan Bawaslu Kota Dumai.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Dumai, Yeni Kartini, dalam sesi penutupan menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan gerbang awal pengabdian bagi para peserta sebagai kader pengawas partisipatif.
Hari ini kita sudah mulai melangkah di gerbang awal pengabdian, dan jalan masih panjang. Tantangan terbesar yang harus dijaga adalah niat dan konsistensi untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai kader yang mampu menjalankan misi mencerdaskan masyarakat, melakukan sosialisasi, edukasi hingga advokasi demi mewujudkan pemilu yang adil dan berkualitas," ujar Yeni.
Menurutnya, setelah pelatihan selesai, para peserta perlu tetap terorganisir agar berbagai tindak lanjut dapat direalisasikan secara nyata. Setidaknya terdapat tiga agenda penting yang harus menjadi perhatian bersama.
Pertama, merealisasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun selama pelatihan. Kedua, melakukan penguatan materi-materi wajib yang dinilai belum dapat dibahas secara maksimal dalam forum pelatihan. Ketiga, membangun program-program sederhana namun berdampak yang dapat meningkatkan kompetensi kader pengawas partisipatif dalam bidang demokrasi dan kepemiluan.
Kita perlu membuat program yang sederhana tetapi memiliki dampak nyata. Program tersebut harus mampu meningkatkan kapasitas kader sehingga siap terjun melakukan penguatan demokrasi dan kepemiluan di tengah masyarakat," tambahnya.
Sebagai langkah awal pengorganisasian, pada sesi akhir kegiatan juga dilakukan pemilihan pengurus angkatan P2P Tahun 2026. Hasil musyawarah peserta menetapkan Michael Manarov Gultom sebagai Ketua Angkatan dan Siti Nurrana sebagai Sekretaris.
Yeni berharap struktur kepengurusan yang telah dibentuk dapat menjadi ruang koordinasi, komunikasi, dan penyamaan persepsi dalam menjalankan berbagai program pengawasan partisipatif di masa mendatang.
Dengan adanya komunitas dan kepengurusan sederhana ini, kami berharap para kader tetap terhubung, saling menguatkan, serta mampu merealisasikan berbagai program strategis untuk mendukung pengawasan partisipatif yang berkelanjutan di Kota Dumai," tutupnya.
Program P2P sendiri merupakan salah satu upaya Bawaslu RI dalam membangun kader pengawas pemilu, memperluas jejaring partisipasi masyarakat, serta memperkuat budaya demokrasi yang sehat. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menjaga integritas dan kualitas penyelenggaraan Pemilu 2029.
Reporter : Tegar